Bersabar dengan Ujian Penyakit

Bersabar dengan Ujian Penyakit dari Allah Swt.

Sahabat yang dirahmati Allah. Setiap manusia yang hidup di dunia ini tidak akan lepas dari ujian baik ujian materi, penyakit dll. Ada masanya ujian penyakit datang sesekali seperti penyekit demam panas, sakit gigi, sakit kepala, dan adakalanya penyakit datang tak kunjung sembuh hingga menyebabkan penderitanya mengalami penderitaan sampai ajal menjemputnya. Penyakit yang datang pada awalnya dari kuman, bakteri ataupun virus yang menyerang organ tubuh manusia sehingga menimbulkan kerusakan organ dalam tubuh manusia seperti penyakit jantung, paru – paru, stroke, diabetes melitus, Hepatitis, maag, HIV / AIDS, kanker payudara, kanker servisk, kanker usus, kanker hati, kista, miom, lupus, insomnia, , tumor, Alergi, alzheimer, amandel, ambeien, asam urat, asthma, batu empedu, batu gibjal, tekanan darah rendah, tekanan darah tinggi, demam berdarah, depresi, diare, epilepsi, gagal ginjal, flu serta pilk akibat kehujanan, gatal – gatal, hernia, herpes, impotensi vitalitas menurun, jantung koroner, glukoma, obesitas, keputihan, kolesterol, anemia, kusta, leukimia, lelah lesu, liver, malaria, parkinson, artritis, prostat, penyakit kulit, pegalinu, TBC, typus, usus buntu dan penyakit lainnya yang sering menyerang tubuh manusia dari orang dewasa, anaka – anak, bayi, balita, usia lanjut serta remaja.

Bersabar dengan Ujian Penyakit

Sebagai seorang muslim kita mengenal redha bahwa semua penyakit itu datangnya dari Allah swt. serta Allahlah yang akan menyembuhkannya dengan perantara obat herbal atau tradisional alternatif. Karena setiap penyakit itu ada obatnya yang disediakan oleh Allah swt. Dia mendatangkan penyakit kepada hamba-Nya semata – mata hanya ingin menguji keimanan dan kesabaran hamba-Nya. Apakah dengan penyakit tersebut akan bersabar atau malah putus asa ? Ataupun dengan penyakit yang deihadapinya akan ridha dengan Qadha dan Qadhar dari Alloh swt.

Walau apapun yang terjadi di Dunia ini. Itu adalah sunnatullah yang telah ditetapkan dengan hikmah-Nya ujian dan cobaan. Di dalam Al-Qur’an banyak sekali menjelaskan tentang ujian dan cobaan Allah, dengan kata lain manusia selalu diuji oleh Allah dengan berbagai ujian, Apakah ridha atau tidak dengan ujian tersebut.

Di dalam Al-Qur’an Surat Al-Anbiya ayat 35 Allah berfirman dengan Firmannya.

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَنَبْلُوكُم بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً ۖ وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

“Setiap yang bernyawa akan merasakan mati, Kami mengujimu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan kamu akan dikembalikan hanya kepada Kami.” (QS. Al-Anbiyaa: 35)

Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata:

“Maksud ayat tersebut ialah Kami akan menguji kalian dengan kesulitan dan kesenangan, kesehatan dan penyakit, halal dan haram, ketaatan dan maksiat, petunjuk dan kesesatan.” [Tafsiir Ibnu Jarir Ath-Thabari (IX/26 no. 24588) cet. Darul Kutub Ilmiyyah, Beirut]

Dan dalam Surat Al- A’raf ayat 168 Allah Juga berfirman :

Dan Kami bagi-bagi mereka di dunia ini menjadi beberapa golongan; di antaranya ada orang-orang yang saleh dan di antaranya ada yang tidak demikian. Dan Kami coba mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan (bencana) yang buruk-buruk, agar mereka kembali (kepada kebenaran).
(QS: Al-A’raf Ayat: 168)

Bersabarlah dengan Ujian Penyakit

Sebenarnya ada hikmah bagi orang – orang mukmin jika mengalami ujian penyakit, karena di dalam ujian penyakit terdapat pahala dan pengampunan Dosa yang sangat besar, sekaligus kita akan mensyukuri akan kekuasaan dan nikmatnya sehat yang telah diberikan oleh Allah, serta akan di tingikan harkat dan derajatnya oleh Allah bagi mereka yang sabar dan ridha akan ujian dari penyakit tersebut yang telah diberikan Allah kepadanya. dengan Syarat orang yang sakit tidak meninggalkan kewajibannya yaitu shalat Lima waktu dan ibadah yang lainny.

Dari Abu Hurairoh r.a. Rasullulah  berkata ” Allah tidak akan menurunkan suatu penyakit melainkan beserta obatnya ” ( Hadis riwayat Al- Bukhari )

Selain obat Do’a juga sangat penting untuk cepat mengobati penyakit, Berdo’a berati kita memohon atas ujian penyakit yang kita derita dan hanya Allah swt. yang tau apa penyakit yang kita derita, dan Dia yang maha berkuasa yang dapat menyembuhkan, Bersungguh – sungguhlah ber Do’a kepada Allah swt.

Allah berfirman dalam Surat Al-Baqarah ayat 186  yaitu. ” Dan apabila hamba-Ku bertanya kepadamu ( Muhammad ) mengenai Aku. Maka sesungguhnya Aku ini sangat dekat dan akan mengabulkan semua Do’a orang – orang yang meminta pada-Ku. Jika ia benar – benar memohon kepada-Ku.

Bersabar dengan Ujian Penyakit

Dari Abu-Hurairah r.a. dan Abu sa’id r.a. Rasallulah s.a.w. bersabda ” Tidaklah seorang muslim ditimpa keletihan, kelelahan, penyakit, kesusahan, kesedihan, gangguan gundah gulanaan, hingga Duri yang menusuknya melainkan Allah akan menghapuskan sebagian Dosa – Dosanya ( kesalahan – kesalahannya ). Hadis Riwayat Muslim.

Nabi s.a.w melarang kita mencaci maki akan marah kerana ditimpa penyakit demam seperti sabda baginda yang bermaksud  : “Janganlah kamu mencaci maki penyakit demam, kerana sesungguhnya (dengan penyakit itu) Allah akan menghapuskan dosa-dosa anak Adam sebagaimana tungku api menghilangkan kotoran-kotoran besi”
(Hadis Riwayat Muslim)

Allah s.w.t mengasihi hamba-Nya supaya Dia dapat mengembalikan hamba-Nya  untuk mengingati-Nya. Allah s.w.t.  berfirman yang bermaksud :“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Rasul-rasul kepada umat-umat sebelummu, kemudian Kami timpa mereka dengan kesengsaraan dan kemelaratan, supaya mereka bermohon (kepada Allah) dengan tunduk dan merendahkan diri.”
(Surah .Al-An’am ayat 42)
Allah s.w.t. menimpakan cubaan berupa penyakit dan penderitaan kepada orang Mukmin  agar dia mengingat saudara-saudaranya yang ditimpa kesulitan, sehingga rasa simpati untuk membantunya.

Bersabar dengan Ujian Penyakit

Allah s.w.t. menjadikan penyakit yang di hadapi adalah  sebagai ubat pembersih untuk mengeluarkan semua kotoran dan penyakit hati yang ada pada hamba-Nya, yang kalau seandainya kotoran dan penyakit tersebut tidak dibersihkan maka dia akan celaka (kerena dosa-dosanya), atau paling kurang berkurang pahala dan derajatnya di sisi Allah s.w.t.. Oleh kerena itu hendaklah kita bersabar supaya meraih pahala yang sempurna dan kedudukan yang tinggi di sisi Allah s.w.t.

Sabda Rasulullah s.a.w maksudnya : “Alangkah mengagumkan keadaan seorang mukmin, karena semua keadaannya (membawa) kebaikan (untuk dirinya), dan ini hanya ada pada seorang mukmin; jika dia mendapatkan kesenangan dia akan bersyukur, maka itu adalah kebaikan baginya, dan jika dia ditimpa kesusahan dia akan bersabar, maka itu adalah kebaikan baginya.”
(Hadis  Riwayat Muslim)

Imam Ibnu Qayyim berkata : “Hati dan roh boleh mengambil manfaat dari penderitaan dan penyakit yang merupakan urusan yang tidak boleh dirasakan kecuali jika di dalamnya ada kehidupan. Kebersihan hati dan roh bergantung kepada penderitaan badan dan kesulitannya.” (Tuhfatul Mariidh hal 25)

Allah s.w.t. menjadikan ujian penyakit di dunia sebagai sebab untuk menyempurnakan keimanan seorang hamba terhadap kenikmatan sempurna yang Allah s.w.t. sediakan bagi hamba-Nya yang bertaqwa di Syurga kelak. Inilah keistimewaan Syurga yang menjadikannya sangat jauh berbeda dengan keadaan dunia, kerena Allah menjadikan Syurga-Nya sebagai negeri yang penuh kenikmatan yang kekal abadi, serta tidak ada kesusahan dan penderitaan padanya selamanya. Sehingga kalau seandainya seorang hamba terus-menerus merasakan kesenangan di dunia, maka tidak ada artinya keistimewaan Syurga tersebut, dan dikhawatirkan hamba tersebut hatinya akan terikat kepada dunia, sehingga lupa untuk mempersiapkan diri menghadapi kehidupan yang kekal abadi di akhirat nanti.

Sabda Nabi s.a.w. yang bermaksud :

“Jadilah kamu di dunia seperti orang asing atau orang yang sedang melakukan perjalanan.”

(Hadis Riwayat  Al Bukhari)

Cubaan dan ujian merupakan nikmat. Kerana hikmah dari berbagai cubaan, orang – orang soleh justru gembira sekiranya mendapat cubaan seperti telah mendapat kesenangan. Rasulullah s.a.w  menyebutkan bahwa para Nabi telah ditimpa cubaan berupa penyakit, kemiskinan dan yang lainnya kemudian beliau bersabda:  “…Dan sesungguhnya salah seorang diantara mereka benar-benar merasa gembira kerana mendapat cubaan, sebagaimana salah seorang merasa gembira kerana telah mendapatkan kelapangan.”
(Hadis Riwayat Ibnu Majah)

Akhirkata perlulah sama-sama kita berbaik sangka kepada Allah dan redha di atas Qadha’ dan Qadar-Nya sekiranya Allah s.w.t. menguji kita dengan penyakit yang serius, teruskan mencari ubat atau penawarnya, jangan merasa dukacita dan susah hati, jadikanlah sabar dan solat itu penolong kita.

Firman Allah s.w.t. yang bermaksud :“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat kecuali bagi orang-orang yang khusyu’, (yaitu) orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Tuhannya dan bahawa mereka akan kembali kepada-Nya”. (Surah Al-Baqarah ayat 45-46).

Kami Juga Memberikan Syari’at bagi yang Mengalami berbagai Macam Keluhan Penyakit dengan Perantara Obat Alternatif atau Tetapi Alternatif dengan Produk – Produk Kesehatan yang Sudah Teruji Secara Klinis serta telah di Jadikan Perantara Kesehatan berbgai Macam Penyakit Degeneratif, Seperti. Stroke, Kanker, Diabetes, Lipoma, HIV / AIDS, Hepatitis, Jantung, Paru – paru, Gagal Ginjal, Asma, Kista, Miom dll. Obat Hanya Sebagai Perantara dan Allah yang Bisa Mengobati Berbagai Macam Penyakit.

Pemesanan Obat Alternatif

bersabar dengan ujian penyakit

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *